Makassar, Pedomanku,id:
Ketua Umum DPP Ormas Elang Timur Indonesia (ELIT), Imran, SE mengemukakan, musibah apapun itu, tidak pernah memilih waktu atau tempat untuk datang. Namun ketika dia datang, hanyalah untuk menguji keteguhan hati, hingga meruntuhkan bangunan fisik. Meski begitu, di saat yang sama, ia juga memanggil nurani kemanusiaan untuk bangkit dan bersatu.
Sebut saja, kabar duka yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu, 15 Agustus pukul 04.58 WIB pagi tadi. Akibat guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 7 itu sontak mengundang duka cita mendalam dari berbagai penjuru tanah air. Salah satu suara solidaritas yang lantang dan tulus, datang dari keluarga besar DPP Ormas Elang Timur Indonesia yang berkedudukan di Kota Makassar.

Imran
Imran, SE melalui pernyataan resminya petang ini menyebut, seluruh jajarannya menyampaikan duka, dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada masyarakat NTT, khususnya para korban yang terdampak langsung dari musibah hebat itu.
Putera Takalar ini juga mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menguatkan dan mendoakan saudara-saudara di NTT. Dalam setiap musibah, sebaiknya hadir dengan kepedulian dan solidaritas.
“Kami turut berduka cita yang mendalam atas bencana gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur. Doa kami menyertai saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah dan dampak yang ditimbulkan oleh bencana ini. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan kekuatan, keselamatan, ketabahan, dan kesabaran bagi seluruh masyarakat yang terdampak. Semoga mereka yang kehilangan tempat tinggal maupun harta benda diberikan kemudahan, serta seluruh proses penanganan dan pemulihan dapat berjalan dengan lancar,” unggahnya di grup Mabes Elang Timur Indonesia sore ini.
Sarjana Ekonomi UVRI Ujung Pandang itu mengemukakan, bagi Ormas Elang Timur Indonesa, saudara-saudara di NTT bukanlah orang lain. Mereka adalah keluarga sebangsa dan setanah air. Karena itulah, derita yang mereka hadapi adalah luka bersama. Termasuk juga luka seluruh jajaran Ormas Elang Timur Indonesia.
Karena itu, sebagai organisasi yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan, kebangsaan, dan ke Indonesiaan, DPP Ormas Elang Timur Indonesia memandang, musibah NTT sebagai panggilan kemanusiaan.
“Sekadar diketahui, Elang itu dikenal sebagai simbol ketangguhan, penglihatan yang tajam, dan terbang tinggi menembus badai. Kami berharap filosofi ini juga menjiwai masyarakat NTT yang saat ini berduka. Badai pasti berlalu, dan kita akan bangkit bersama,” tutup ketua Ormas bertagline Solid, Tajam, dan Tangguh ini. (din pattisahusiwa).