160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT


Muslimat Wahdah Pusat Jalin Kerjasama BAZNAS Makassar

Makassar, pedomanku,id:

Di tengah geliat kebangkitan filantropi Islam saat ini, BAZNAS sebagai representasi negara, tentu tidak bisa berjalan sendirian. Lembaga pemerintah nonstruktural ini, tentunya membutuhkan ekosistem kolaboratif yang melibatkan seluruh elemen umat. Salah satunya, Muslimah Wahdah Pusat (MWP).

Demikian yang mengemuka saat pimpinan BAZNAS Kota Makassar masing masing Yusran Sofyan, SE, S. Kom, M.Si (Wakil Ketua I), H. Ahyar Amnur, S.Pd, M.Pd (Wakil Ketua III), serta Prof. Dr. Yusriani, S.KM, M.Kes (Wakil Ketua IV) saat menerima kunjungan silaturahmi Pengurus Muslimah Wahdah Pusat (MWP), Jumat, 31 Juli 2026.

Di hadapan Pengurus MWP yakni, Zelfi Amran—Wakil Ketua III, Hijrayanti—Humas, Farida Aprianti –Departemen Keuangan, serta Nirwana—Devisi Pengembangan Usaha (DPU), pimpinan BAZNAS Makassar mengemukakan, salah satu langkah strategis yang diharapkan, mengarah pada membangun kerja sama—khususnya dalam hal integrasi dan sinkronisasi data muzakki (pemberi zakat) dan mustahik (penerima zakat).

 

“Salah satu fondasi yang paling penting dan krusial dari BAZNAS Kota Makassar adalah, kebutuhan akan data muzakki dan mustahik yang akurat dari Muslimat Wahdah Pusat. Tujuannya, agar dalam memetakkan potensi zakat, sekaligus penyaluran kebermanfaatan dana dana yang telah dihimpun untuk kemaslahatan masyarakat islam berjalan sesuai aturan syariah,” tutur Prof. Yusriani.

Baik Yusriani, Yusran Sofyan, maupun Ahyar Amru jika validitas dan akurasi data tidak akurat, maka seringkali terjadi tumpang tindih penyaluran bantuan, atau justru ada mustahik yang luput dari perhatian, begitu pula sebaliknya.

Ketiganya juga sama sama mengaku, membangun kerja sama antara BAZNAS dan Muslimah Wahdah dalam hal pendataan ini pada akhirnya adalah tentang trust (kepercayaan) dan sinergi.

“Negara hadir melalui BAZNAS dengan regulasi, sementara masyarakat sipil seperti Muslimat Wahdah hadir dengan fleksibilitas dan kedekatannya pada umat Islam. Jika keduanya direkatkan, bakal menyecurut pada jaring pengaman sosial sangat kiat. Itu berarti kerja kerja BAZNAS ber-DAMPAK kepada ummat,” tutup Yusriani. (Din Pattisahusiw).

Facebook Comments Box

Baca Juga