Makassar, Pedomanku, id:
Di tengah duka yang menyelimuti korban kebakaran di Pampang, Kecamatan Panakkukang, terlihat secercah harapan hadir dari jiwa-jiwa muda yang peduli. Organisasi Masyarakat-Angkatan Pembaharuan Pemuda Indonesia (Ormas-APPI) misalnya.
Kehadiran Ormas yang digagas pendiriannya oleh H. Irfan Darmawan NM, SH dan kawan kawan awal tahun lalu, Ahad, 18 Oktober 2026 hadir di tengah tengah korban kebakaran, tepatnya di Pampang V, RT 02/RW 02. Kebakaran yang terjadi Sabtu, 17 Oktober 2026 itu mengakibatkan 7 rumah terdampak, 5 rumah rusak berat, 2 rumah rusak ringan.
Kehadiran jajaran APPI di tengah tengah derita warga, bukan sekadar membawa simbol organisasi semata, melainkan sebagai manifestasi nyata seperti disebut sosiolog modern sebagai ‘civic engagement’, atau keterlibatan sipil. Dimana, peran aktif dan langkah cepat Ormas APPI dalam membantu korban kebakaran, di antaranya, menyerahkan bantuan sembako, membuka posko, dan open donasi bantuan kemanusiaan guna meringankan beban korban kebakaran.
Mewakili Ketua Umum DPP APPI, Ketua Harian, Mansyur didampingi Ketua DPC APPI Kecamatan Panakkukang, Dr.Muchlis di sela sela penyerahan bantuan mengemukakan, aksi yang mereka lakukan merupakan bentuk panggilan kemanusiaan dan wujud nyata fungsi sosial APPI sebagai agen perubahan sosial. Titik tekannya jelas. Dalam pandangan modern, aksi sosial tidak lagi diukur dari seberapa banyak barang yang dibantu, tetapi dari kecepatan merespons, atau apa yang dinamai ‘speed of response”, dan ketepatan sasaran.
“Disinilah, jajaran APPI menunjukkan metamorfosis gerakan yang bergerak lincah tanpa birokrasi yang berbelit. Di sini pula, DPP-APPI menunjukkan metamorfosis gerakan pemuda kontemporer, bergerak lincah tanpa birokrasi berbelit,” tuturnya.
Mansyur menyebut, bantuan yang dibawa kepada korban bencana juga bukan hasil dari penggalangan dana konvensional yang memakan waktu lama. “Ini adalah produk dari ekosistem jejaring sosial modern, di mana seruan darurat dari pengurus APPI langsung terhubung dengan kesadaran kolektif dalam hitungan jam, melalui grup WA APPI,” urainya.
Menurutnya, jajaran APPI di semua tingkatan, tidak boleh tinggal diam ketika melihat saudara-saudara di Pampang, atau di tempat lain sedang diuji dengan musibah kebakaran ini. Sebab, para korban membutuhkan uluran tangan. Apa pun bentuk bantuan, sekecil apa pun itu, akan sangat berarti untuk mengembalikan senyum para korban.
Seperti diketahui, dengan mengenakan atribut Ormas APPI, dipadukan dengan semangat jiwa muda, para kader berjalan membawa kardus-kardus berisi bantuan. Di tengah tengah korban, baik ketua harian, maupun Ketua DPC Panakukkang, serta tim menyalami satu per satu para korban. Tidak ada jarak. Mereka bersila. Mereka mendengarkan cerita-cerita pilu dari para korban yang kehilangan tempat tinggal dalam hitungan menit.
“Kami datang bukan sekadar membawa bantuan materi, tetapi kami ingin memastikan bahwa korban kebakaran di Pampang tidak merasa sendirian. APPI ada bersama mereka,” urai Mansyur, seraya mengajak ‘mari ulurkan tangan, ringankan beban dan hadirkan harapan bagi saudara saudara kita, para korban kebakaran.
Sekecil apapun bantuan kita, sangat berarti bagi mereka. Satu komando, satu perjuangan, APPI Jaya.
Aksi APPI ini mengirimkan pesan penting, bahwa kepedulian sosial adalah gaya hidup, atau lifestyle baru yang tepat sasaran. Bahwa esensi dari pemuda bukanlah mereka yang paling fasih mengkritik sistem, tetapi yang turun tangan ketika sistem tersebut sedang diuji oleh musibah. (din pattisahusiwa/bidang sosial dpp appi).