PkM Inovasi Teknologi Tepat Guna Solar Dryer System (SDS) Berbasis Energi Surya untuk Meningkatkan Mutu dan Nilai Tambah Produk Bunga Telang pada Komunitas Kebun Tetangga di Kota Makassar

Keterangan foto: Tim pelaksana PkM bersama komunitas Kebun Tetangga Kota Makassar dalam kegiatan penerapan Solar Dryer System (SDS) berbasis energi surya untuk pengeringan dan peningkatan nilai tambah produk bunga telang, 10 Juli 2026.

Makassar, Pedomanku,id:

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui program Penerapan Solar Dryer System (SDS) Berbasis Energi Surya untuk Meningkatkan Mutu dan Nilai Tambah Produk Bunga Telang pada Komunitas Kebun Tetangga di Kota Makassar dilaksanakan pada Jumat, 10 Juli 2026, bertempat di Komunitas Kebun Tetangga, Kota Makassar.
Kegiatan ini diketuai oleh Dr. Salma Samputri selaku Ketua Pengabdian, bersama tim pelaksana yang terdiri atas Sahrani U., M.Si dan Musawwir Usman, S.Pd., M.Pd. yang bersama-sama mendampingi masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan ini.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini juga menjadi wujud nyata peran dosen dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi masyarakat. Melalui kegiatan ini, dosen tidak hanya berperan sebagai akademisi, tetapi juga sebagai pendamping, fasilitator, inovator, dan mitra masyarakat dalam mengembangkan potensi yang ada di lingkungan sekitar.
Bagi komunitas Kebun Tetangga di Kota Makassar, pengembangan bunga telang memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Namun, proses pengolahan, khususnya pengeringan, menjadi salah satu aspek yang perlu mendapatkan perhatian. Kondisi tersebut menjadi peluang bagi dosen untuk menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat melalui penerapan Solar Dryer System (SDS) berbasis energi surya.
Melalui kegiatan ini, dosen bersama tim memberikan pendampingan kepada masyarakat mengenai pemanfaatan teknologi pengering tenaga surya, mulai dari pengenalan prinsip kerja alat, proses pengeringan bunga telang, hingga pemahaman mengenai pentingnya menjaga mutu produk selama proses pengolahan. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada penggunaan teknologi, tetapi juga pada peningkatan kemampuan masyarakat agar mampu memanfaatkan dan mengembangkan teknologi tersebut secara mandiri.
Kehadiran dosen di tengah masyarakat diharapkan dapat menjadi jembatan antara hasil pengembangan ilmu di perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata masyarakat. Pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan akademik dan penelitian kemudian diterapkan dalam bentuk teknologi tepat guna yang sederhana, ramah lingkungan, dan sesuai dengan kondisi masyarakat.
Penerapan SDS berbasis energi surya juga menunjukkan bahwa pemanfaatan ilmu pengetahuan tidak selalu harus menggunakan teknologi yang kompleks. Teknologi yang sederhana tetapi tepat sasaran dapat memberikan manfaat nyata apabila dikembangkan berdasarkan permasalahan dan potensi lokal. Dalam konteks ini, energi matahari dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif untuk mendukung proses pengeringan bunga telang sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi konvensional.
Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada transfer teknologi semata. Pendampingan yang dilakukan dosen diarahkan untuk membangun kemandirian masyarakat, sehingga komunitas Kebun Tetangga dapat mengembangkan proses pengolahan bunga telang secara berkelanjutan dan membuka peluang lahirnya produk-produk baru yang memiliki nilai ekonomi.
Dengan demikian, kegiatan PkM ini menjadi salah satu bentuk nyata pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam mengimplementasikan hasil pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Melalui kolaborasi antara dosen dan masyarakat, potensi lokal seperti bunga telang dapat dikembangkan menjadi sumber inovasi, pembelajaran, sekaligus peluang ekonomi bagi masyarakat Kota Makassar. (*)

 

Facebook Comments Box
You might also like