Makassar, Pedomanku,id:
Kematian adalah sebuah kepastian mutlak yang sering dilupakan. Meski begitu, bagi kalangan dhuafa, untuk sekadar mempersiapkan “pakaian terakhir” pun menjadi beban ekonomi begitu berat.
Menyadari realitas yang mengiris hati ini, BAZNAS Kota Makassar membawa secercah kepedulian. Bukan sekadar bantuan sembako atau uang tunai, namun lembaga pemerintah nonstruktural ini menyerahkan bantuan sangat krusial, namun jarang terpikirkan banyak orang. Perlengkapan jenazah.
Kamis, 17 September 2026 hari ini misalnya, Herawati mendatangi BAZNAS Kota Makassar seraya membawakan surat permintaan perlengkapan jenazah yang ditandatangani Lurah Bontorannu diwakili Plt Kasi Kebersihan-Nurmaya Lampa,SH. Dalam surat tersebut tertera warga Jalan Nuri Baru lorong 315 ORT 002/RW005, Kelurahan Bontorannu atas nama Mitra Yudrika meninggal dan membutuhkan kain kafan. Pasalnya, pria kelahiran Tanah Grogot, Balikpapan, 26 Januari 1988 itu adalah benar benar keluarga tidak mampu, alias dhuafa.
Wakil Ketua II BAZNAS Kota Makassar, Dr. Abdul Azis Ilyas, S.Ag, MH usai menyerahkan perlengkapan jenazah mengemukakan, bantuan ini tidak semata distribusi logistik kematian. Melainkan, bentuk pe-MULIA-an terhadap kaum dhuafa.
Penyerahan perlengkapan jenazah oleh Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan ini, menjadi simbol dan pesan kuat bahwa kaum dhuafa tidak pernah sendirian—baik dalam menjalani kerasnya hidup, maupun ketika tiba saatnya menutup mata.
Program penyerahan perlengkapan jenazah ini sekaligus membuka mata ummat Islam tentang luasnya spektrum zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang disalurkan ke BAZNAS. Dana yang dititipkan para muzakki (pemberi zakat) disalurkan tepat sasaran, menyentuh kebutuhan paling dasar manusia yang kerap terabaikan.
Sebelum menutup pernyataannya, Abdul Azis Ilyas mengaku, seluruh program BAZNAS Makassar tidak terlepas dari upaya mendukung program program Pemerintah Kota Makassar. Kota berpenduduk 1,5 juta jiwa yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini.
“BAZNAS Kota Makassar itu merupakan tangan kanan Pemerintah Kota Makassar. Jadi seluruh program BAZNAS tidak terlepas dari dukungan kepada program Pemerintah Kota Makassar. Semoga langkah MULIA ini menginspirasi lebih banyak pihak untuk peduli pada hal-hal kecil yang berdampak besar,” tutup Ketua Persatuan Islam Thionghoa Indonesia (PITI) Kota Makassar ini. (din pattisahusiwa)