Lapas Polewali Panen Terong, Dorong Kemandirian Warga Binaan

Polewali, Pedomanku,id:

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Polewali berhasil memanen sekitar 40 kilogram terong dari lahan perkebunan yang dikelola warga binaan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian di bidang pertanian untuk membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat diterapkan setelah kembali ke masyarakat.

Lahan perkebunan tersebut dikelola secara berkelanjutan dan sebelumnya telah dimanfaatkan untuk menanam sawi dan kangkung. Budidaya terong dilakukan selama kurang lebih tiga bulan dengan melibatkan warga binaan yang memenuhi persyaratan. Mereka terlibat langsung dalam proses perawatan hingga penyiraman tanaman.

Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban Mesran mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memanfaatkan lahan kosong, tetapi juga memberikan keterampilan kepada warga binaan.

“Tujuannya untuk membina warga binaan. Apabila kelak mereka bebas, mereka bisa melanjutkan kegiatan yang selama ini dilakukan di Lapas, sehingga memiliki keahlian untuk menanam terong dan berkebun di luar,” jelasnya.

Kepala Lapas Kelas IIB Polewali Sudarno, A. Md.IP., S.H., M.H. turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, program perkebunan menjadi salah satu upaya memberikan keterampilan produktif sekaligus membentuk sikap disiplin dan tanggung jawab warga binaan.

“Yang paling penting bukan hanya hasil panennya, tetapi proses pembinaan yang mereka jalani. Mereka belajar merawat tanaman, bekerja secara rutin, bertanggung jawab, dan memahami bagaimana mengelola kegiatan pertanian dari proses penanaman sampai menghasilkan panen,” tambahnya.

Hasil panen sekitar 40 kilogram terong kemudian dijual dan dikelola untuk mendukung keberlanjutan kegiatan perkebunan. Sebagian hasilnya diberikan kepada warga binaan yang terlibat sebagai bentuk penghargaan atas pekerjaan mereka. Kegiatan berkebun juga memberikan aktivitas produktif bagi warga binaan. Mereka secara rutin melakukan penyiraman dan perawatan tanaman pada pagi dan sore hari. Namun, kondisi musim kemarau menjadi salah satu kendala karena tanaman membutuhkan penyiraman lebih intensif. Ke depan, Lapas Polewali berkomitmen mengembangkan lahan perkebunan dengan berbagai tanaman, seperti sawi, kangkung, bawang merah, dan sayuran lainnya. Keterlibatan peserta magang kemnaker juga diharapkan dapat mendukung pengembangan keterampilan warga binaan melalui pengetahuan dan ilmu yang dimiliki.

Melalui program ini, Lapas Polewali berupaya mengubah lahan menjadi ruang pembelajaran dan kegiatan produktif, sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian sebagai bekal untuk kembali ke masyarakat. (rls).

Facebook Comments Box
You might also like