Makassar, Pedomanku,id:
Walikota Makassar, Munafri Arifuddin menerima pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, masing masing Dr. H. Usman Sofian, MA, H. Yusran Sofyan, SE, S.Kom, M.Si, Dr. Abdul Azis Ilyas, S.Ag, MH, H. Ahyar Amnur, S.Ag. M.Ag, serta Prof. Dr. Yusriani, S.KM, M.Kes (Ketua, Wakil Ketua I, II, III, IV), Kamis, 3 September 2026. Di ruang kerja yang terasa hangat dan penuh dengan semangat kolaborasi, orang nomor satu di Ibukota Sulawesi Selatan itu menyambut dengan senang hati.
Pertemuan ini tidak semata audiensi biasa, melainkan sebuah momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah kota dan lembaga pengelola zakat dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat muslim di kota berjuluk “Anging Mammiri” ini. Hadir mendampingi Walikota masing masing Kabag Kesra Kota Makassar–Muh. Syarief, Kadis Sosial Kota Makassar H. Andi Bukti Djufrie.
Dalam suasana yang cair dan penuh keakraban, H. Usman Sofian memaparkan berbagai program strategis yang sedang dan akan berjalan tahun 2026 sejak dilantik pada 6 Juli lalu. Mulai dari pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari ASN Pemkot Makassar, jajaran Perusda, masyarakat umum, hingga program pendistribusian yang tepat sasaran, seperti bantuan modal usaha, layanan kesehatan, hingga beasiswa bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Usman Sofian juga mengaku bersama pimpinan lainnya dan seluruh jajaran BAZNAS Makassar akan terus komitmen untuk terus menggencarkan edukasi zakat kepada masyarakat. Dengan kolaborasi yang solid antara Pemerintah Kota Makassar dan BAZNAS, asa untuk melihat wajah Makassar yang lebih inklusif, peduli sesama, dan berkeadilan sosial kini semakin nyata di depan mata. Pernyataan senada dikemukakan empat pimpinannya lainnya.
Sementara itu, Walikota Makassar, Munafri Arifuddin bukan saja menyambut baik melainkan mengapresiasi tinggi kinerja pimpinan BAZNAS Makassar periode 2026-2031
Menurut Walikota berpasangan dengan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini, persoalan sosial seperti kemiskinan dan pengangguran tidak bisa diselesaikan hanya dengan mengandalkan APBD semata. Di sinilah peran penting BAZNAS sebagai instrumen keagamaan yang memiliki daya ungkit ekonomi sangat luar biasa.
Appi—sapaan akrab walikota bertitel Sarjana Hukum mengaku, potensi zakat di Makassar demikian besar. Jika dikelola dengan transparan, profesional, dan bersinergi dengan program-program pemerintah, ia meyakini BAZNAS akan menjadi motor penggerak utama, denhgan program program yang ber-DAMPAK bagi pengentasan kemiskinan di kota berpendudukan lebih 1,5 juta jiwa ini. (din pattisahusiwa/tim media baznas makassar)